Dengan adanya perkembangan media sosial yang pesat, konten video kini menjadi salah satu senjata utama untuk meningkatkan engagement di media sosial. Namun, bagaimana cara memanfaatkannya secara efektif? Bagaimana bisa video kita disukai oleh audiens? Mari kita bahas bagaimana jenis video yang disukai audiens, peran storytelling, hingga pentingnya call-to-action.
Table of Contents
Setelah kamu tahu ini, kamu pasti bisa langsung buat engagement video kamu 3 kali lipat, bahkan bisa lebih dari itu.
1. Jenis Video yang Paling Disukai Audiens
Untuk membuat engagement meningkat, penting bagi kita untuk memahami jenis video seperti apa yang menarik perhatian audiens. Mari kita bahas secara umum video mana yang paling disukai oleh audiens?
– Video Tutorial : Memberikan solusi atas masalah yang tengah dihadapi audiens terutama dengan langkah-Langkah yang praktis, hal ini bisa dibuat seperti bagaimana cara menggunakan suatu produk maupun layanan.
– Video Behind-the-Scenes : Video yang menunjukan proses dibalik layar dari proses pengambilan foto maupun video sebuah bisnis maupun brand. Hal ini membuat audiens merasa lebih dekat dan terhubung lebih dalam lagi.
– Video Testimonial : Dalam berbagai kasus, testimoni merupakan hal yang banyak dicari audiens sebelum melakukan sebuah kegiatan bahkan transaksi. Video ini akan lebih membantu dan mendorong untuk mendapatkan kepercayaan audiens pada suatu bisnis maupun brand.
– Video Review Produk : Menyediakan pandangan yang objektif mengenai kelebihan dan kekurangan produk, sehingga lebih mudah mempengaruhi pandangan audiens terhadap produk tersebut.
Dengan menyajikan konten seperti diatas, audiens cenderung lebih tertarik dan interaktif, hal ini membuat engagement meningkat secara perlahan bahkan bisa secara signifikan.
2. Penggunaan Video untuk Storytelling
Storytelling dalam video adalah Teknik yang ampuh untuk membangun hubungan emosi dengan audiens. Lalu, bagaimana menggunakan storytelling yang efektif didalam video?
– Membangun Emosi dan Koneksi
Cerita yang relatable akan mudah memicu audiens untuk merasa terhubung secara personal.
– Menggambarkan Perjalanan Brand
Ceritakan bagaimana brand kita dimulai atau kisah di balik produk. Hal ini akan membuat brand lebih autentik.
– Menyampaikan Pesan Secara Naratif
Gunakan alur cerita menarik yang membawa audiens mengikuti konten hingga akhir, sehingga pesan tersampaikan dengan efektif kepada audiens.
– Meningkatkan Daya Ingat Informasi
Konten visual dengan elemen cerita akan lebih mudah diingat dibandingkan konten statis seperti gambar atau teks.
– Memfasilitasi Pengalaman yang Mendalam
Video storytelling membuat audiens merasa seakan menjadi bagian dari cerita yang kita sampaikan.
Dengan storytelling, bukan hanya engagement meningkat, tetapi audiens juga akan lebih loyal terhadap brand dan bisnis.
3. Menambahkan Call-to-Action di Video
Menambahkan CTA adalah Langkah yang penting untuk memastikan video kita memiliki dampak yang maksimal. Dengan adanya CTA kita juga dapat mengarahkan audiens untuk melakukan tindakan seperti :
– Mengunjungi Website
– Membeli Produk
– Mendaftar Newsletter
– Mengikuti Akun Media Sosial
Selain melakukan tindakan diatas, apa yang membuat CTA itu penting?
– Mengarahkan Audiens : CTA memberi panduan jelas tentang Langkah selanjutnya dari sebuah konten.
– Meningkatkan Interaksi : Ajakan untuk melakukan interaksi seperti like, komentar, hingga share demi meningkatkan engagement.
– Memudahkan Alur Konversi : Dengan adanya CTA, audiens lebih dominan akan lebih cepat mengambil Tindakan.
– Memperkuat Tujuan Konten : Terakhir CTA dapat membantu menyelaraskan video dengan target dari tujuan konten itu sendiri.
Contoh CTA yang efektif di video :
– Klik link di Bio untuk tahu lebih banyak
– 5k Dapat 3 Baju, Cek Produk Sekarang
– Jangan lupa like, share, dan subscribe
Bagaimana, Siap Meningkatkan Engagement Media Sosialmu Sekarang?
Video adalah salah satu kunci utama dalam meningkatkan engagement secara signifikan. Mulai dengan memahami jenis konten yang disukai audiens, penggunaan storytelling didalam video, hingga pentingnya CTA di konten media sosial akan membantu kita dalam mengoptimalkan konten video. Dengan strategi ini maka kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan membuat audiens bisnis menjadi semakin aktif dalam berinteraksi dengan brand kita.


